Gayonews.co.id|Banda Aceh – Selain melestarikan budaya yang sudah turun temurun, Tari Guel menjadi harta warisan yang tak ternilai, Workshop Amanat Tari Guel Digelar di Banda Aceh.
Para peneliti dan koreografer tari mengatakan tarian ini bukan hanya sekadar tari. Dia merupakan gabungan dari seni sastra, seni musik dan seni tari itu sendiri.
Untuk itu, Workshop seni rupa, pertunjukan, seni media Tentang tari Guel Digelar. Mengangkat tema “Amanat Tari Guel” yang bertujuan untuk Memahami Filosofi Tari Guel dalam gerak sang penari.
Workshop ini akan dibuka langsung oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Dedy Yuswadi, AP.
Sebanyak 25 orang peserta yang mengikuti kegiatan ini mayoritas merupakan koreographer terbaik di Aceh, tidak hanya berasal dari dataran tinggi, pelaku seni yang ikut andil tersebut banyak yang berasal dari pesisir.
Acara ini akan digelar selama 2 hari, mulai dari tanggal 12 sampai 13 November di indoor Taman Budaya Banda Aceh.
Untuk pemateri dan narasumber kegiatan ini diisi oleh Teuku Aga Renggali, Zulfikar ahmad dan Darmiana Suasti.
Salah satu Narasumber, Teuku Aga Renggali, menyampaikan bahwa Tari Guel harus dilestarikan dan disebarluaskan. Bukan hanya di Gayo, tari Guel harus dipelajari dan ditarikan oleh semua orang.
Dengan adanya workshop ini, Aga berharap agar seluruh peserta memahami dasar dan terusan dari Tari Guel.
Ini, lanjut aga, bukan hanya mengingatkan sejarah. Tapi warisan yg harus terus berjalan sesuai amanat dalam tari guel itu sendiri .
” Tari guel bukan hanya tentang sejarah, tetapi tari guel juga dapat dinikmati sebagai sebuah pertunjukan tari . Ini merupakan warisan budaya dan harus dilestarikan demi terjaga nya identitas masyarakat Indonesia dan Gayo khususnya”, jelas Aga.
“Semua orang tau Tari Guel, akan tetapi banyak yang belum faham apa yang ada didalamnya”, tutup Aga.(*)






















