Gayonews.co.id|Takengon-Dalam upaya meningkatkan kapasitas dan kesiapan jajaran relawan di daerah, PMI Kabupaten Bener Meriah mengadakan program orientasi kepalangmerahan pada Minggu, 18 Januari 2026.
Acara ini dihadiri oleh para tokoh penting seperti Kepala Divisi Relawan, PSD, Penanggulangan Bencana, Humas Markas Pusat PMI, serta Kepala Markas Provinsi Aceh, Surya Chandra Nasution.
Kehadiran para pemimpin ini menunjukkan komitmen kuat PMI dalam memperkuat jaringan relawan di tingkat daerah.
Ketua PMI Bener Meriah dr. Jawahir Syahputra, M.KM menyampaikan orientasi ini adalah kehormatan besar bagi kami, mengingat ini adalah orientasi pertama sejak pelantikan kami pada November 2025 lalu.
Dukungan dan arahan dari PMI pusat sangat berarti bagi kami dalam menghadapi tantangan di lapangan, Ujarnya.
Diharapkan dengan adanya kegiatan orientasi ini dapat bekerja sesuai fungsi masih masing-masing.
“Harapan kami seluruh pengurus, staf, dan relawan dapat memperbarui pengetahuan mereka agar dapat bekerja sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing.
Terutama mengingat status Kabupaten Bener Meriah yang baru saja keluar dari tanggap darurat dan memasuki masa tahap rehabilitasi rekonstruksi, Tambahnya.
Materi orientasi mengacu pada Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2018 tentang Kepalangmerahan.
Kepala Markas Provinsi Aceh Surya Chandra Nasution mengatakan mendorong peserta untuk memanfaatkan kehadiran PMI pusat sebagai kesempatan belajar yang berharga.
“Mari kita maksimalkan kesempatan ini untuk belajar dan mengimplementasikan ilmu yang diperoleh, sehingga bisa terus berkembang dan tetap eksis dalam aksi-aksi kemanusiaan.
Melalui kegiatan orientasi ini, PMI Kabupaten Bener Meriah berharap para relawan dan pengurus dapat mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan yang didapat untuk memperkuat upaya kemanusiaan di daerah mereka, menjadi garda terdepan dalam memberikan perlindungan dan pertolongan kepada mereka yang membutuhkan, Ujarnya.
Kepala Divisi Relawan Markas Pusat PMI Rafik Anshori menjelaskan fokus dari orientasi ini adalah memberikan pemahaman menyeluruh tentang landasan hukum, prinsip, dan operasional kegiatan kemanusiaan di Indonesia.
Materi ini mencakup sejarah PMI, prinsip dasar gerakan internasional Palang Merah, hingga penggunaan lambang Palang Merah.”
Pokok-pokok materi yang dibahas meliputi aspek dasar kepalangmerahan dan sejarah PMI, tujuh prinsip dasar gerakan internasional, serta penyelenggaraan kepalangmerahan yang melibatkan kerjasama antara pemerintah dan PMI.
Selain itu, penggunaan lambang Palang Merah sebagai tanda pelindung dan identifikasi diperjelas, sejalan dengan peraturan yang melarang penyalahgunaan oleh pihak-pihak tidak berwenang.
Salah satu peserta Orientasi Alfi Ramadhan saat diwawancarai menyampaikan yang baru bergabung dengan PMI menjelang bencana lalu, mengekspresikan peningkatan wawasan yang dirasakannya setelah mengikuti orientasi ini.
“Wawasan saya tentang sejarah PMI, lambang-lambang serta peran PMI dalam kemanusiaan semakin bertambah.
Saya berharap dapat terus belajar dan berkontribusi lebih banyak ke depannya,” ungkap Alfi dengan antusias.(*)






















