Gayonews.co.id|Pelalawan – PT PLN (Persero) terus mempercepat pembangunan Saluran Kabel Laut Tegangan Menengah (SKLTM) 20 kV Sokoi–Pulau Mendol sebagai bagian dari upaya pemerataan akses listrik di wilayah kepulauan Kabupaten Pelalawan.
Proyek strategis ini ditargetkan rampung pada akhir Mei 2026 dan akan memberikan layanan listrik 24 jam kepada sekitar 2.200 pelanggan di Pulau Mendol.
Wilsriza dari PLN menjelaskan bahwa proses pengerjaan infrastruktur kelistrikan ini sangat bergantung pada kondisi teknis di lapangan, termasuk ketersediaan arus listrik sebagai sumber utama penyaluran energi. PLN, kata dia, terus melakukan berbagai penyesuaian teknis agar proses pemasangan berjalan lancar serta tetap memenuhi standar keselamatan dan keandalan sistem.
“Proses pengerjaan juga bergantung pada ketersediaan arus listrik sebagai sumber utama penyaluran energi. PLN terus melakukan penyesuaian teknis agar pemasangan berjalan lancar dan sesuai standar,” ujarnya.
Sementara itu, Manager PLN ULP Pangkalan Kerinci, Eykel Boy Ginting, menyampaikan bahwa progres pembangunan SKLTM 20 kV Sokoi–Pulau Mendol saat ini telah mencapai 50 persen. Ia optimistis target penyelesaian dapat dicapai sesuai jadwal sehingga masyarakat segera menikmati listrik tanpa henti.
“Adapun tiang untuk di darat sudah ready semua. Setelah pemasangan jaringan kabel bawah laut akan dilanjutkan dengan pengurusan Sertifikat Laik Operasi (SLO) terkait dokumen instalasi listrik aman, andal dan sesuai standar untuk dioperasikan. Arus bawah laut yang cukup deras menjadi kendala di lapangan, namun tim terus bekerja maksimal,” jelasnya.
Tahapan selanjutnya, PLN akan memastikan seluruh instalasi memenuhi aspek keselamatan melalui penerbitan Sertifikat Laik Operasi (SLO) sebelum jaringan dioperasikan secara penuh.
Dukungan Pemkab Pelalawan untuk Program “Pelalawan Terang”
Bupati Pelalawan, Zukri, menyampaikan apresiasi atas komitmen PLN dalam merealisasikan proyek elektrifikasi di Pulau Mendol. Menurutnya, kehadiran listrik 24 jam telah lama dinantikan masyarakat dan akan memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kualitas hidup.
“Alhamdulillah, berkat keseriusan PLN untuk mewujudkan listrik menyala di Pulau Mendol selama 24 jam, mudah-mudahan di tahun 2026 ini sudah bisa terealisasi,” ungkapnya.
Ia menegaskan Pemerintah Kabupaten Pelalawan akan terus memberikan dukungan penuh terhadap percepatan pembangunan infrastruktur kelistrikan, termasuk melalui koordinasi lintas sektor agar hambatan di lapangan dapat diminimalisasi.
Program “Pelalawan Terang” menjadi wujud komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan rasio elektrifikasi hingga 100 persen. Dengan progres pembangunan SKLTM Sokoi–Pulau Mendol yang telah mencapai 50 persen serta target penyelesaian pada Mei 2026, masyarakat Pulau Mendol diharapkan segera menikmati layanan listrik 24 jam.
Kehadiran listrik berkelanjutan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kenyamanan hidup masyarakat, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, memperkuat aktivitas usaha, serta membuka peluang pembangunan yang lebih merata di wilayah kepulauan Pelalawan.(Adv)






















