Gayonews.co.id|Takengon– Sekretaris Jenderal BEMNUS Aceh, Asraf, mempertanyakan keputusan Bupati Aceh Tengah terkait penggantian Direktur RSUD Datu Beru Takengon.
Asraf meminta Bupati untuk memperjelas alasan pencopotan direktur rumah sakit tersebut. Ia juga menyoroti penunjukan Wakil Direktur Pelayanan sebagai Pelaksana Tugas Direktur.
“Sampai hari ini apakah ini alasan Bupati masuk ke RSUD Datu Beru? Dengan keputusan hari ini, dengan banyaknya permasalahan di Datu Beru di bagian pelayanan yang seharusnya dievaluasi, tapi mengapa malah Wadir Pelayanan yang ditunjuk sebagai Plt,” tegas Asraf.
Ia menilai keputusan tersebut tidak masuk akal.
“Keputusan ini saya anggap tidak masuk akal. Pasti ada udang di balik batu. Dan kini saya mempertanyakan apa sebenarnya yang dipikirkan oleh Bupati sehingga dia mengambil keputusan seperti ini,” ujar Asraf.
Menurutnya, langkah tersebut bukan upaya perbaikan.
“Ini bukan memperbaiki RSUD Datu Beru tapi ini sama saja membawa RSUD Datu Beru ke jalan buntu,” lanjutnya.
Asraf meminta Bupati mempelajari terlebih dahulu akar permasalahan di RSUD Datu Beru.
“Saya meminta Bupati untuk mempelajari beberapa masalah dan sumber masalahnya diciptakan oleh siapa,” katanya.
Ia juga mendesak Bupati segera mencabut keputusan tersebut.
“Saya pikir hari ini Bupati Aceh Tengah harus bijak mengambil keputusan. Jelas saya, Asraf, Sekda BEMNUS Aceh, meminta Bupati untuk menganulir keputusan tersebut,” tegasnya.
Asraf mengancam akan turun ke jalan jika tidak ada kejelasan.
“Apabila tidak ada titik terang sama sekali, saya bersama rekan-rekan sepakat untuk melaksanakan aksi. Karena kami menganggap keputusan ini diambil karena kepentingan sepihak saja,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Bupati Aceh Tengah terkait tuntutan BEMNUS Aceh.(*)






















