Gayonews.co.id|Takengon- SMA Negeri 4 Takengon menggelar upacara bendera memperingati Hari Pendidikan Nasional 2026.
Pidato Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah disampaikan oleh Kepala Sekolah SMAN 4 Takengon, Syafriadi, S.Si.
Dalam pidatonya, Menteri menegaskan bahwa hakikat pendidikan adalah proses memanusiakan manusia dengan tulus dan penuh kasih sayang. “Inti proses pendidikan adalah memuliakan,” ujar Syafriadi membacakan pidato Menteri.

Lima Kebijakan Strategis Pembelajaran Mendalam, Kementerian menerapkan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) melalui lima kebijakan:
1. Revitalisasi dan Digitalisasi – Merevitalisasi 16.167 sekolah dan mendistribusikan papan interaktif digital ke 288.000 satuan pendidikan.
2. Peningkatan Guru – Beasiswa Rp3 juta/semester untuk 150.000 guru dan peningkatan tunjangan sertifikasi.
3. Penguatan Karakter – Budaya sekolah ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) melalui 7KAIH, Makan Bergizi Gratis, dan Pramuka.
4. Literasi dan STEM – Gerakan literasi-numerasi dan Tes Kemampuan Akademik untuk evaluasi mutu.
5. Perluasan Akses – Pendidikan jarak jauh dan sekolah inklusi untuk pemerataan pendidikan.
Syafriadi menutup pidato dengan menekankan pentingnya tiga M: Mindset yang maju, Mental yang kuat, dan Misi yang lurus untuk mewujudkan pendidikan bermutu menuju Indonesia yang cerdas, maju, dan bermartabat.
Pada penutupan acara Hardiknas, seluruh guru dan murid SMAN 4 Takengon melaksanakan penanaman pohon berbuah di lingkungan sekolah.
Setiap siswa membawa bibit pohon sendiri yang kemudian ditanam bersama-sama sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan dan investasi untuk masa depan.
Kegiatan ini diharapkan dapat menghijaukan lingkungan sekolah sekaligus memberikan manfaat jangka panjang bagi warga sekolah.






















