Gayonews.co.id| Takengon – Rumah Tani Nusantara Kabupaten Aceh Tengah kembali melepas 45 ton komoditas pertanian unggulan ke pasar Nasional.
Acara pelepasan kentang dan alpukat berlangsung, di gudang Rumah Tani Nusantara di Kampung Pendere Saril, Kecamatan Bebesen.

Yang di hadiri langsung boleh Menko Bidang Perekonomian RI Fery Irawan, Asdep Menko Perekonomian Yuli, Direktur PT Pos Indonesia, Ketua Rumah Tani Nusantara Indonesia Bahtiar, Kabid Dinas Sosial Aceh Staf Ahli Bupati Aceh Tengah Ansari, Kadis Pertanian Nasrun, Kapolres Diwakili Kapolsek Bebesen, Ketua RTN Aceh Tengah Helmia, Para Reje Kampung, Para Pengepul.
Ketua Rumah Tani Nusantara Aceh Tengah, Helmia dalam pidato mengatakan pelepasan tersebut merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam menyerap hasil pertanian petani di Aceh Tengah dan Bener Meriah.

“Sejak 27 November hingga hari ini, penyerapan hasil pertanian melalui Rumah Tani mencapai ratusan ton.
Untuk cabai saja sudah sekitar 400 ton, kemudian durian 100 ton yang dipasarkan hingga ke luar daerah seperti Medan dan beberapa wilayah di Jawa,

Ia menambahkan, khusus komoditas kentang, pengiriman ke Rumah Tani Jakarta telah mencapai sekitar 700 ton.
Pelepasan malam ini total 45 ton, terdiri dari 35 ton alpukat dan 10 ton kentang. Ini bentuk komitmen kami dalam menjaga kesinambungan pasar bagi petani, Ucap Helmia.

Sementara itu, Direktur Utama Rumah Tani Nusantara Indonesia Bahtiar menyampaikan saat ini kita sudah mengelola puluhan ribu lahan yang ada di Indonesia di binaan Rumah Tani Nusantara.
Bahtiar menambahkan saat ini sekitar 25 ribu petani telah tergabung dalam jaringan Rumah Tani.

Biasa di pulau Jawa terkenal dengan kentang Dieng, dengan masuk kentang Gayo ke pulau Jawa, ini membuktikan bahwa kentang Gayo bisa bersaing di tingkat nasional dengan kualitas baik, sudah uji coba, hasilnya sangat kompetitif,” katanya.
Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN RI Ferry Irawan dalam sambutannya menyampaikan menegaskan pentingnya kolaborasi antar pihak dalam memperkuat rantai distribusi hasil pertanian.
“Kita ingin hasil pertanian di Aceh khususnya Aceh Tengah bisa langsung terserap setiap panen.
Kolaborasi antara petani, Rumah Tani, PT Pos, dan pemerintah daerah menjadi kunci agar distribusi berjalan lancar,” ujarnya.

Menurutnya, langkah tersebut tidak hanya memperluas akses pasar, tetapi juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah serta menekan laju inflasi.
“Dengan kolaborasi yang kuat, kesejahteraan masyarakat akan meningkat dan harga-harga bisa lebih terkendali,” tambahnya.
Selanjutnya acara potong pita pelepasan pengiriman 45 ton alpukat dan kentang ke pasar Nasional dengan meriah.(*)






















